MENIKMATI KEINDAHAN ALAM TAMAN NASIONAL MANUSELA DARI BUKIT MORITE, DESA MASIHULAN
MENIKMATI KEINDAHAN ALAM TAMAN NASIONAL MANUSELA DARI BUKIT MORITE, DESA MASIHULAN

By Balai Taman Nasional Manusela 18 Jun 2021, 13:59:29 WIB Umum
MENIKMATI KEINDAHAN ALAM TAMAN NASIONAL MANUSELA DARI BUKIT MORITE, DESA MASIHULAN

MENIKMATI KEINDAHAN ALAM TAMAN NASIONAL MANUSELA DARI BUKIT MORITE, DESA MASIHULAN

Penulis: Ivan Yusfi Noor

Desa Ekowisata Masihulan, di Kabupaten Maluku Tengah, memiliki lokasi dan fasilitas ekowisata baru di Bukit Morite.  Tempat ini menawarkan panorama bentang alam pegunungan Kapur/Karst Taman Nasional Manusela, suasana hutan hujan tropis yang mempesona dan asri, serta keindahan beranekaragam burung paruh bengkok.  Selain itu, di sini ekowisatawan juga bisa menikmati jungle-trekking (penjelajahan hutan) dan birdwatching (pengamatan burung).  Fasilitas yang tersedia di sini adalah jalan setapak hutan dan pondok wisata (ecolodge) yang berdiri di lereng bukit dengan pemandangan bentang alam selebar 180o ke arah pegunungan karst TN Manusela dan areal hutan dibawahnya.

Baca Lainnya :

Penulis beruntung berkesempatan menikmati semua itu ketika berkunjung dan menginap di pondok wisata milik kelompok masyarakat ‘Morite Birdwatching’ dari Negeri/Desa Masihulan.  Pertama-tama, penulis menjajal jungle-trekking untuk mencapai pondok wisata Morite.  Di jalur ini penulis dapat merasakan suasana hutan Negeri Masihulan yang asri, walaupun di awal perjalanan kami berjumpa dan melintasi kebun kakao yang rimbun.  Di ujung perjalanan trekking, terdapat pondok wisata yang dikelola kelompok Morite Birdwatching, di mana kami beristirahat dan menginap. 

Di pondok wisata ini kami mengahabiskan waktu sore, malam dan pagi keesokan harinya untuk menikmati suasana, panorama alam dan atraksi burung-burung paruh bengkok.  Dari sini, kami dapat menikmati pesona pemandangan bentang alam pegunungan karst TN Manusela yang membentang memenuhi cakrawala di depan pondok wisata. Suasana hujan dan kabut yang sejuk di sore hari menambah kesan tenang dan damai hutan ini.  Hujan yang turun sore hari ini ternyata menghapus awan di langit, sehingga langit malam Bukit Morite menjadi penuh bintang.
 

Pagi hari kami disambut suara-suara ribut burung paruh bengkok.  Suara paling dominan berasal dari burung betet-kelapa paruh-besar (Tanygnathus megalorynchos) dan bayan (Eclectus roratus).  Berkali-kali juga terlihat dan terdengar suara nuri maluku (Eos bornea) dan perkici pelangi (Trichoglossus haematodus) saat terbang melintas.  Dari hutan di belakang home-stay terdengar suara nuri tengkuk ungu (Lorius domicella) dan nuri raja ambon (Alisterus amboinensis).  Momen yang paling menarik bagi penulis adalah ketika empat ekor kakatua maluku (Cacatua moluccensis) terbang melintas di depan home-stay dalam jarak dekat sehingga penulis bisa mengabadikannya.  Satwa menarik lain yang dapat dilihat di areal hutan ini adalah kupu-kupu sayap burung Ornithoptera priamus dan burung endemik Pulau Seram, raja-perling seram (Basilornis corythaix).

Mengalami momen-momen melihat secara langsung berbagai jenis burung paruh bengkok (nuri, perkici dan kakatua) yang langka, endemik dan dilindungi dari pondok wisata Morite membuat penulis yakin bahwa pilihan kelompok Morite Birdwatching untuk menjadikan areal hutan Bukit Morite menjadi tempat ekowisata pengamatan burung adalah tepat.  Berdasarkan pengalaman ini, penulis mengajak para pembaca dan penggemar birdwatching untuk datang dan ber-ekowisata ke Masihulan, Desa Penyangga Taman Nasional Manusela.

 

#KemenLHK

#Dirjen KSDAE

#lebihindahdialam

#Ayo ke Taman Nasional Manusela




View semua komentar

Tulis Komentar

Ikuti kami

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Kanan - Iklan Sidebar

Pengunjung

    Flag Counter

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Balai Taman Nasional Manusela Menurut Saudara?
  Sangat Memuaskan
  Cukup Memuaskan
  Memuaskan

Video Terbaru

View All Video

Tag Berita & Informasi