Burung TN Manusela

By Balai Taman Nasional Manusela 01 Sep 2020, 09:26:28 WIB

SPESIES BURUNG ENDEMIK SERAM

1. Merpati Gunung Seram (Gymnophaps stalkeri)

Klasifikasi

Kingdom     : Animalia

Filum           : Chordata

Kelas           : Aves

Ordo            : Columbiformes

Famili           : Columbidae

Genus          : Gymnophaps

Spesies        : G. stalkeri

Berukuran kurang lebih 33-39 cm. Leher, dada, hingga perut berwarna putih dengan nuansa merah jambu. Bagian atas tubuh, mahkota, leher belakang dan sayap serat ekor berwarna abu-abu kebiruan. Kulit di sekitar mata dan iris mata berwarna merah. Paruh berwarna kuning-oranye dengan dasar merah, tenggorokan dan dada berwarna merah muda pucat, dan area perut berwarna merah anggur. Kaki berwarna abu-abu.

Hidup berpasangan atau kelompok hingga 20 ekor. Menyukai habitat hutan primer maupun sekunder di perbukitan hingga pegunungan dari ketinggian 400 – 2.500 m dari permukaan laut. Makanannya adalah buah-buahan, terutama Ficus spp. Status konservasi IUCN Beresiko Rendah. Berdasarkan PermenLHK No P.16/2018, spesies ini tidak dilindungi.

 

2. Isap Madu Seram (Lichmera monticola)

Klasifikasi

Kingdom     : Animalia

Filum           : Chordata

Kelas           : Aves

Ordo            : Passeriformes

Famili           : Meliphagidae

Genus          : Lichmera

Spesies        : L. monticola

Berukuran kurang lebih 14,5-16,5 cm. Memiliki warna bulu mayoritas cokelat. Paruh melengkung ke bawah. Bagian bawah paruh pucat, terdapat garis pucat tipis antara paruh dan mata, kulit pucat di belakang mata, dan garis-garis gelap yang menonjol pada bagian dada. Bercak-telinga putih kekuningan, lingkaran-mata putih. Dada bertotol dan bercoret. Sayap memiliki bulu berwarna kuning zaitun.

Burung ini memiliki habitat di hutan pegunungan dan padang rumput di dataran tinggi tinggi, kadang-kadang bergabung dengan kawanan spesies campuran burung yang lain. Status konservasi IUCN Beresiko Rendah. Berdasarkan PermenLHK No P.16/2018, spesies ini tidak dilindungi.

 

3. Cikukua Seram (Philemon subcorniculatus)

Klasifikasi

Kingdom     : Animalia

Filum           : Chordata

Kelas           : Aves

Ordo            : Passeriformes

Famili           : Meliphagidae

Genus          : Philemon

Spesies        : P. subcorniculatus

Berukuran kurang lebih 35 cm. Bulu berwarna coklat zaitun. Bagian dada kekuningan. Sisi leher dan tengkuk berwarna abu-abu keperakan, kontras dengan penutup telinga yang lebih gelap dan bulu mahkota yang seringkali sedikit terangkat. Bagian muka gundul tanpa bulu dan warnanya bervariasi dari biru-kehitaman sampai kuning-kecoklatan. Bercak mata bervariasi coklat kekuningan hingga kemerahan. Terdapat kenop pada dasar paruh namun tidak terlalu tidak jelas. Kaki berwarna biru-kehitaman. Cikukua Seram sering salah teridentifikasi dengan Kepudang Seram karena kemiripannya. Perbedaannya adalah bahwa Cikukua Seram lebih besar dan paruhnya berujung lebih tajam.

Cukup umum ditemukan di hutan, tepi hutan, hutan budidaya, dan hutan mangrove. Ditemukan di ketinggian <1100 mdpl. Bisa ditemukan sendiri, berpasangan, dan atau dalam kelompok kecil. Terlihat mencolok namun pemalu. Status konservasi IUCN Beresiko Rendah. Berdasarkan PermenLHK No P.16/2018, spesies ini tidak dilindungi.

 

4. Kepudang Seram (Oriolus forsteni)

Klasifikasi

Kingdom     : Animalia

Filum           : Chordata

Kelas           : Aves

Ordo            : Passeriformes

Famili           : Oriolidae

Genus          : Oriolus

Spesies        : O. forsteni

Berukuran kurang lebih 31,5 cm. Bagian atas tubuh berwarna coklat zaitun tua, sedangkan bagian bawah lebih pucat dan lebih kekuningan. Kerah leher belakang berwarna abu-abu. Sisi wajah berwarna abu-abu kecoklatan. Kulit di sekeliling mata gundul. Paruh dan kaki berwarna hitam. Sering salah teridentifikasi dengan Cikukuan Seram karena kemiripannya (visual mimic). Perbedaannya adalah Kepundang Seram memiliki ukuran yang lebih kecil dan paruhnya memiliki ujung yang lebih tumpul dibandingkan Cikukua Seram. Keduanya merupakan burung endemik Pulau Seram. Status konservasi IUCN Beresiko Rendah. Berdasarkan PermenLHK No P.16/2018, spesies ini tidak dilindungi.

 

5. Nuri Telinga-Biru (Eos semilarvata)

Klasifikasi

Kingdom     : Animalia

Filum           : Chordata

Kelas           : Aves

Ordo            : Passeriformes

Famili           : Psittacidae

Genus          : Eos

Spesies        : E. semilarvata

Nuri telinga-biru memiliki penampilan yang mencolok dengan warna bulu merah menyala. Berukuran kurang lebih 24 cm. Spesies ini sering salah diidentifikasi sebagai Nuri Maluku karena warna bulu yang sangat mirip. Perlu pengamatan yang lebih teliti untuk melihat warna biru pada pipi, dagu, dan penutup telinga yang membedakannya dari Nuri Maluku. Kekeliruan ini juga disebabkan karena individu-individu spesies ini seringkali bergabung dengan kelompok besar Nuri Maluku. Warna biru juga terdapat di perut bagian bawah dan sedikit di sayap. Ujung sayap berwarna hitam. Paruh berwarna jingga dan kaki berwarma abu-abu.

Nuri telinga biru umumnya ditemui di hutan pegunungan dengan ketinggian 1.200-2400 mdpl. Spesies ini juga kadang ditemukan di ketinggian kurang dari 1.000 mdpl, seperti di Lembah Illie, Resort Masihulan. Spesies ini merupakan burung pemakan bunga-bungaan, nektar, dan pucuk. Status konservasi IUCN Hampir Terancam. Berdasarkan PermenLHK No P.16/2018, spesies ini dilindungi.

 

6. Kipasan Seram (Rhipidura dedemi)

Klasifikasi

Kingdom     : Animalia

Filum           : Chordata

Kelas           : Aves

Ordo            : Passeriformes

Famili           : Rhipiduridae

Genus          : Rhipidura

Spesies        : R. dedemi

Berukuran kurang lebih 13,5 cm. Mahkota dan tengkuk berwarna kuning kecoklatan dengan corak putih di atas mata dan belakang telinga. Bagian atas tubuh dan ekor berwarna merah karat. Bagian dada sampai perut berwarna putih dengan corak hitam. Ekor berkipas, mantel dan sebagian ekor merah-karat, pita-leher depan hitam, dada bercoret. Ekor cenderung lebih pendek daripada burung kipasan lainnya.

Umum ditemukan di hutan pegunungan dengan ketinggian sekitar 500-2300 mdpl. Dapat ditemukan tunggal atau berpasangan, juga sering ditemukan dalam kawanan campuran. Status konservasi IUCN Beresiko Rendah. Berdasarkan PermenLHK No P.16/2018, spesies ini tidak dilindungi.

 

7. Raja-Perling Seram (Basilornis corythaix)

Klasifikasi

Kingdom     : Animalia

Filum           : Chordata

Kelas           : Aves

Ordo            : Passeriformes

Famili           : Sturnidae

Genus          : Basilornis

Spesies        : B. corythaix

Berukuran kurang lebih 26 cm. Mayoritas tubuh ditutupi bulu berwarna hitam. Jambul pada mahkota belakang khas, tegak. Kulit di sekeliling mata seperti kacamata berwarna pucat. Terdapat dua corak putih di bagian penutup telinga dan sisi samping leher.

Endemik di dataran rendah dan perbukitan Seram, khususnya di kawasan hutan primer dan sekunder tepian hutan dan perkebunan. Lebih umum di antara 200-900 mdpl, namun dapat mencapai 1.500 mdpl. Seringkali terlihat di kanopi atas. Status konservasi IUCN Beresiko Rendah. Berdasarkan PermenLHK No P.16/2018, spesies ini tidak dilindungi.

 

8. Kacamata Seram (Zosterops stalkeri)

Klasifikasi

Kingdom     : Animalia

Filum           : Chordata

Kelas           : Aves

Ordo            : Passeriformes

Famili           : Zosteropidae

Genus          : Zosterops

Spesies        : Z. stalkeri

Berukuran kurang lebih 11 cm. Area di sekitar mata berwarna putih namun area tersebut realtif lebih sempit dibandingkan dengan spesies burung kacamata lain. Mahkota dan penutup telinga berwarna hitam. Bagian atas tubuh berwarna zaitun kecoklatan. Area tenggorokan berwarna coklat kehijauan sampai kekuningan. Bagian tubuh bawah berwarna putih, semakin ke bawah warna menjadi kuning sampai oranye.

Spesies endemik Pulau Seram yang umum ditemui di hutan sekunder dan hutan berkayu dengan ketinggian 100-1200 mdpl. Tidak terlalu suka berkumpul dengan individu lain. Namun terkadang dapat ditemui dalam kelompok kecil. Status konservasi IUCN Beresiko Rendah. Berdasarkan PermenLHK No P.16/2018, spesies ini tidak dilindungi.

 

9. Opior Dwiwarna (Tephrozosterops stalkeri)

Klasifikasi

Kingdom     : Animalia

Filum           : Chordata

Kelas           : Aves

Ordo            : Passeriformes

Famili           : Zosteropidae

Genus          : Tephrozosterops

Spesies        : T. stalkeri

Berukuran kurang lebih 12-13 cm. Bagian atas tubuh (mantel) berwarna coklat merah-karat. Lingkaran-mata berwarna abu-abu dan area tersebut relatif lebih sempit dibanding spesies kacamata lain. Mahkota depan keabu-abuan, tenggorokan dan bagian bawah berwarna putih, paruh hitam kokoh. Status konservasi IUCN Beresiko Rendah. Berdasarkan PermenLHK No P.16/2018, spesies ini tidak dilindungi.

 

10. Opior Kepala-Abu (Heleia pinaiae)

Klasifikasi

Kingdom     : Animalia

Filum           : Chordata

Kelas           : Aves

Ordo            : Passeriformes

Famili           : Zosteropidae

Genus          : Heleia

Spesies        : H. pinaiae

Berukuran kurang lebih 14 cm. Bagian kepala dan dada berwarna zaitun keabu-abuan. Dahi berwarna putih. Sekeliling mata berwarna putih. Mantel dan tubuh berlakang berwarna hijau. Bulu sayap dan ekor berwarna coklat kehitaman. Perut berwarna putih. Area bawah belakang memiliki bulu berwarna kuning cerah.

Spesies endemik Pulau Seram yang umum ditemui di hutan pegunungan, paling umum ditemui di ketinggian >1100 mdpl. Biasa ditemukan berpasangan, dalam kelompok kecil, dan atau bergabung. Status konservasi IUCN Beresiko Rendah. Berdasarkan PermenLHK No P.16/2018, spesies ini tidak dilindungi.