PENDAKI YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB
PENDAKI YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB

By Balai Taman Nasional Manusela 26 Mar 2021, 10:01:50 WIB Umum
PENDAKI YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB

PENDAKI YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB.....

Tanggal 12 Maret 2021, Tim Inventarisasi Tumbuhan dan Satwaliar, Balai Taman Nasional (BTN) Manusela memergoki 9 orang di jalur pendakian G. Binaya, tepatnya di sekitar Camp Aimoto.  Sembilan orang ini terdiri atas 4 orang pendaki dari Jakarta & Kalimantan, seorang pemandu dari Ambon bernama Ical Pounusa, seorang pemandu dari Negeri Yaputih bernama Rahman dan 3 orang porter juga dari Negeri Yaputih.  Pendakian yang dilakukan kesembilan orang ini adalah ilegal, karena pendakian ke Puncak G. Binaya masih belum diperkenankan dan jalur pendakian masih ditutup.  Oleh sebab itu, POLHUT BTN Manusela yang ada di Tim Inventarisasi meminta para pendaki tersebut untuk turun dan melarang mereka melanjutkan pendakian.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa masih ada pendaki gunung yang tidak bertanggungjawab dan tidak taat aturan.  Terlebih lagi, mereka ternyata mendaki melalui jalur terlarang yang sudah dinyatakan ditutup oleh Balai Taman Nasional Manusela. Dari sini kami berkesimpulan bahwa mereka sebenarnya tahu pendakian masih ditutup, oleh sebab itu ereka sengaja menghindari jalur resmi melalui Negeri Piliana agar bisa masuk secara diam-diam ke jalur pendakian G. Binaya

Baca Lainnya :

BTN Manusela dan Negeri Piliana hingga saat masih sepakat untuk menutup pendakian G. Binaya sampai Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah memberikan persetujuan atas dibukanya kembali kunjungan ke obyek-obyek wisata di kabupaten ini, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan setuju mereaktivasi aktivitas wisata alam di taman nasional. 

Pendakian ilegal yang dilakukan ke-9 orang harus menjadi pelajaran bagi segenap pendaki gunung, karena bagaimanapun pendaki berada di kawasan konservasi (dalam hal ini Taman Nasional) yang ada pengelolanya dan memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi.  Perbuatan kedua orang pemandu lokal (dari Ambon dan Negeri Yaputih) yang menjanjikan kepada pendaki dari luar bahwa mereka bisa masuk secara diam-diam menghindari petugas dan juga aparat Negeri Piliana adalah perbuatan tercela.  Balai Taman Nasional Manusela sudah memasukkan mereka ke “daftar hitam” orang-orang/pendaki yang dilarang masuk ke Taman Nasional Manusela dan mendaki....




View semua komentar

Tulis Komentar

Ikuti kami

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Kanan - Iklan Sidebar

Pengunjung

    Flag Counter

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Balai Taman Nasional Manusela Menurut Saudara?
  Sangat Memuaskan
  Cukup Memuaskan
  Memuaskan

Video Terbaru

View All Video