Lokasi ini berada di Resort Sawai – Masihulan, Seksi PTN Wilayah I Wahai.
Beberapa Objek Daya Tarik Wisata yang berada di Sawai adalah goa bawah air, goa ibu, penginapan terapung,tebing sawai, sungai salawai, Coral reef dan biota laut. Lokasi ini memiliki potensi bahari, baik itu terumbu karang maupun biota laut, tebing, dan goa bawah air. Area tersebut dapat dimanfaatkan pengunjung untuk wisata alam snorkling, diving dan dapat pula dilakukan transplantasi terumbu karang. Sedangkan potensi wisata di Saleman adalah wisata pantai Saleman, dan landscape pegunungan Saleman.

Beberapa Objek Daya Tarik Wisata sebagai berikut:

a.Goa Bawah Air

Dinamakan goa bawah air karena letak lorongnya yang tembus ke bawah permukaan air. Selain itu juga untuk masuk ke dalam goa tersebut bisa dilakukan dengan cara menyelam terlebih dahulu. Keunikan dari goa ini selain letaknya yang berada di bawah permukaan air, goa ini juga memiliki keindahan tersendiri.
b.Goa Ibu

Goa ini berada di gugusan tebing Sawai. Dinamakan Gua Ibu karena memang bentuknya yang seperti rahim perempuan. Di dalamnya kita dapat tenui guratan batu bekas aliran air dan juga kelelawar yang dalam bahasa setempat disebut paniki .
c.Penginapan Terapung

Penginapan terapung ini merupakan salah satu sarana dan prasarana yang berada di atas Teluk Sawai. Dari penginapan ini pula bisa dilihat beberapa panorama alam, baik panorama pegunungan maupun panorama laut. Dengan harganya yang terjangkau, penginapan terapung ini bisa dijadikan tempat istirahat bagi setiap pengunjung.
d.Tebing Sawai

Bagi para penggila panjat tebing, tebing sawai dapat dijadikan tujuan utama. Selain memiliki panorama yang indah, tebing sawai ini juga memiliki tingkat tantangan yang cukup tinggi. Selain itu juga memiliki vegetasi karst yang cukup unik.
e.Sungai Salawai

Sungai Salawai berada mengalir tepat dari kawasan Taman Nasional Manusela. Bagi masyarakatsekitar, sungai ini dijadikan tempat untuk mengolah sagu. Bila beruntung, dapat juga ditemukan buaya muara.
f.Coral reef dan Biota Laut

Teluk Sawai sawai memiliki berbagai macam jenis terumbu karang dan biota laut. Berbagai macam jenis ikan hias bisa ditemukan disini. Dengan terumbu karang yang masih terjaga kelestariannya membuat ikan hias banyak terdapat disekitar teluk sawai.
g.Pantai Saleman

Pasir putih yang membentang sepanjang pantai ini menambah keindahan dari pantai saleman. Pantai Saleman dapat dijadikan tempat liburan alternatif untuk menghilangkan kepenatan.
h.Mata Air Belanda

Mata Air Belanda aliran air tawar yang bermuara di Pantai Saleman. Selain airnya yang jernih dan cukup dingin, sering juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengolah sagu sebagai kebutuhan pangan bagi masyarakat sekitar.
i.Landscape Pegunungan Saleman

Pegunungan yang membentang di sepanjang Pantai Saleman merupakan objek yang indah karena penampakannya yang seperti hutan zaman jurrasic. Vegetasi yang mendominasi pegunungan ini diantaranya adalah meranti, linggua dan merbau.

Pendakian Binaya Jalur Selatan

Durasi : 8 hari / 7 malam
Start / finish: Bandara Pattimura

Hari 01 : Bandara Pattimura – Masohi Tiba Kantor Balai Taman Nasional Manusela untuk mengurus Simaksi. Setelah itu mempersiapkan logistik dan menginap semalam di Masohi.

Hari 02 : Masohi – Tehoru – Yaputih – Piliana
Pagi hari perjalanan dilanjutkan ke Tehoru dengan waktu tempuh 3 jam menggunakan kendaraan umum. Pengunjung dapat melaporkan kedatangannya di kantor SPTN II Tehoru. Setelah itu dengan menggunakan perahu ‘katinting’ menyeberangi Teluk Tehoru menuju Yaputih. Jika cuaca cerah kita dapat menikmati pemandangan Gunung Binaya. Dari Yaputih, perjalanan dilanjutkan dengan trekking menuju Piliana sebagai desa terakhir menuju puncak

Hari 03 : Piliana – Ayemoto Camp
Pada pagi hari, perjalanan dilanjutkan memasuki kawasan Taman Nasional Manusela, melintasi pegunungan karst dan vegetasi hutan yang alami. Tanjakan yang cukup terjal akan selalu dilalui. Jika beruntung, selama perjalanan kita dapat menjumpai burung kakatua yang berada di habitat kawasan TN Manusela. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke Camp Ayemoto.

Hari 04 : Ayemoto Camp – Isilali Camp
Selanjutnya Camp Isilali ditempuh selama 9 jam. Dengan membawa persediaan air yang cukup untuk satu hari, karena di perjalanan tidak dijumpai lagi sumber air. Kita akan melalui hutan lumut yang cukup tebal dan banyak dijumpai Anggrek dan Kantong Semar (Nephentes sp.). Disamping itu, kita dapat menjumpai salah satu habitat kupu-kupu raksasa yakni kupu-kupu Goliath.

Hari 05 : Isilali Camp – Nasapeha Camp Summit Binaya (3.027 mdpl)
Trekking menuju Nasapeha ± 5 jam. Nasapeha merupakan lembah, terdapat genangan air hujan yang dapat digunakan dengan proses penyaringan terlebih dahulu. Setelah makan siang, trekking menuju Puncak Binaya selama 2 jam. Dalam perjalanan kita dapat melihat jenis Pakis Raksasa yaitu Pakis Binaya (Cyathea binayana). Setelah menikmati pemandangan dan mengambil gambar lalu turun kembali menuju camp Nasapeha.

Hari 06 : Nasapeha Camp – Ayemoto Camp Perjalanan pulang melalui jalur yang telah dilalui sebelumnya. Perjalanan turun lebih cepat dibanding saat mendaki. Dengan waktu 9 jam, tiba di camp Aimoto.

Hari 07 : Ayemoto Camp – Piliana – Yaputih
Pagi hari perjalanan dilanjutkan menuju Piliana selama 5 jam.Dilanjutkan menuju Yaputih dan menyeberangi teluk Tehoru. Sore hari tiba di Tehoru dan dilanjutkan menuju Masohi menggunakan mobil angkutan. Selanjutnya dilanjutkan perjalanan Masohi ke Bandara Pattimura (Ambon).

Pendakian Binaya Jalur Utara

Durasi : 9 hari / 8 malam
Start / finish: Bandara Pattimura Ambon

Hari 01 : Bandara – Masohi – Huaulu
Tiba di Bandara Pattimura Ambon sebaiknya pagi hari, setelah itu berangkat menuju pelabuhan kapal cepat di Tulehu. Setelah 2 jam berlayar dengan kapal cepat, akan tiba di Amahai (pulau Seram).
Kemudian ke Masohi, mengurus Simaksi di kantor Balai Taman Nasional Manusela. Setelah makan siang, perjalanan menuju Huaulu dengan menggunakan mobil ± 3,5 jam. berjalan kaki menuju Huaulu dan pengunjung bisa menginap di sini, terdapat shelter dan penginapan warga setempat.

Hari 02 : Huaulu – Roho – Wasamata
Setelah sarapan pagi, trekking dilanjutkan menuju negeri Roho dimana kita dapat beristrahat dan makan siang. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Wasamata, tiba di Wasamata sore hari. Kita akan mendirikan tenda di sekitar sungai selain itu di lokasi ini juga terdapat shelter bagi pendaki.

Hari 03 : Wasamata camp – Negeri Kanike
Trekking kemudian dilanjutkan menuju negeri Kanike. Negeri ini merupakan perkampungan terakhir yang dijumpai dalam pendakian melalui jalur ini.

Hari 04 – 05 : Kanike – Waihuhu Camp – Waifuku
Perjalanan ke Puncak Binaya dari negeri Kanike memakan waktu 2 hari, dengan camp pertama di Waihuhu dan camp terakhir di Waifuku (5 menitdari puncak). Disekitar puncak, tumbuh pakis endemik yakni Pakis Binaya (Cyathea binayana) dan kawah yang berisi air serta jika beruntung jg bsa melihat Rusa (Cervus timorensis). Anda dapat memotret pemandangan dari puncak Binaya.

Hari 06 : Waifuku camp – Negeri Kanike
Dari Waifuku pengunjung melanjutkan perjalanan menuju Kanike. Jalur ini adalah jalur basah dimana tegakan pohin yang rapat dan jalan yang berlumpur akan di jumpai dalam perjalanan.

Hari 07: Kanike – Roho
Pagi hari, perjalanan kembali melalui rute yang telah dilalui sebelumnya. Kita akan menginap di rumah penduduk di Negeri Roho.

Hari 08: Roho – Huaulu – Masohi
Dari Roho perjalanan kembali ke Huaulu hingga ke jalan trans seram, kemudian dilanjutkan ke Masohi dengan menggunakan mobil.

Hari 09: Masohi – Bandara Pattimura (Ambon)
Dari Masohi dilanjutkan ke pelabuhan kapal cepat di Amahai, menuju ke pelabuhan Tulehu, dan bandara Pattimura di Ambon dengan menggunakan mobil selama 1 jam.

Terdapat beberapa lokasi pengamatan burung di kawasan TN Manusela, diantaranya yaitu Masihulan Apilima, Saunulu, dan Mosso

1. Masihulan-Apilima-Jalan trans seram

Lokasi ini berada di Resort Sawai-Masihulan, Seksi PTN Wilayah I Wahai. Kawasan didominasi hutan hujan dataran rendah dan hutan hujan pegunungan dengan potensi wisata alam berupa lokasi pengamatan burung. Beberapa tempat yang biasa menjadi lokasi pengamatan adalah hutan Apilima dan platform pengamatan burung Masihulan. Areal ini juga sebagai habitat flora fauna endemik pulau Seram.
Kunjungan ke Pusat Rehabilitasi Satwa di Masihulan untuk melihat proses rehabilitasi satwa utamanya burung hasil sitaan untuk diliarkansebelum dilepas kembali ke habitatnya. dilanjutkan menuju Platform pengamatan(kanopy Birdwatching) yang berada di masihulan dengan tinggi 40 m di atas tajuk pohon. Mengamati aktifitas burung pada sore hari. Makan malam dan camp di platform untuk semalam.

2. Sasarata

Setelah pengamatan burung di pagi hari, kemudian dilanjutkan menuju Resort Sasarata di Wahai. Sore hari dilakukan pengamatan disepanjang jalan yang melintasi kawasan. Diantara jenis yang dapat dijumpai adalah berbagai jenis Perkici, Paruh bengkok, Rangkong, dan Raptor

3. Pengamatan Burung di Ekosistem Mangrove

Kegiatan dimulai dengan pengamatan burung di sekitar hutan mangrove diantaranya pergam danbeberapa jenis burung pantai serta mengamati ekosistem mangrove dari jenis Rhizophora dan Bruguiera.

4. Saunulu

Lokasinya berada di resort Saunulu, Seksi PTN II Tehoru. Berjarak sekitar 10 km dari desa Saunulu lokasi ini terdapat sungai Wae Kawa dan Wae Nua yang hulunya berasal dari kawasan TN Manusela.
Dari Masohi pengunjung bisa langsung menuju Tehoru kemudian melanjutkan perjalanan menuju Hatuputih, yang lokasinya terletak di Saunulu. Untuk sampai ke Hatuputih pengunjung dapat menelusuri sungai Kawa sekitar 2 jam. Di lokasi ini merupakan habitat burung Gosong, dimana terdapat puluhan sarang burung yang mendiami tempat ini. Beberapa jenis burung yang dapat dijumpai dilokasi ini adalah burung Gosong, Nuri, Elang, Kakatua, dan burung endemik khas pulau Seram lainnya.

5. Mosso dan Waelomatan

Lokasinya berada di Seksi PTN Wilayah II Tehoru, topografi lokasi ini adalah pegunungan karst dan menjadi lokasi ideal pengamatan burung. Untuk menuju lokasi tersebut pengunjung bisa berjalan kaki dari Negeri Mosso menuju lokasi pengamatan di Waelomatan dan lokasi pengamatan disekitarnya selama sekitar 4 jam. Beberapa jenis burung yang dapat kita jumpai adalah, burung-burung paruh bengkok, Raja Perling Seram, dan jenis endemik lainnya.

Show Buttons
Hide Buttons