Potensi desa (podes) dan kondisi sosial ekonomi budaya (sosekbud) masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Manusela dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Data potensi desa (podes) dan sosial ekonomi budaya (sosekbud) pedesaan di wilayah SPTN I Wahai

Secara administratif pemerintahan, desa-desa penyangga Taman Nasional Manusela yang berada di wilayah SPTN I Wahai berada di Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah, jumlahnya sebanyak 16 dusun dan atau desa/negeri yang seluruhnya berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Manusela.

1. Identitas desa
Enam belas dusun/desa penyangga yang berada di sekitar SPTN I Wahai yaitu Air Besar, Solea, Pasahari, Kaloa, Elemata, Hatuolo, Manusela, Maraina, Selumena, Kanike, Roho, Huaulu, Mashlan, Sawai, Saleman, dan Horale. Semuanya berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Manusela dengan jarak terdekat pemukiman terhadap batas kawasan adalah 100 m (Sawai) dan yang terjauh yaitu 6 km (Roho dan Huaulu).

2. Kependudukan
Jumlah penduduk sampai dengan Desember 2008 untuk enam belas desa/dusun tersebut adalah 7.118 jiwa yang terbagi dalam 1.545 KK. Desa/dusun dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Sawai (1.471 jiwa / 252 KK) dan yan paling sedikit adalah Selumena (69 jiwa / 13 KK).

3. Sosial budaya dan ekonomi
Mayoritas penduduk desa di sekitar SPTN I Wahai memeluk agama Kristen, sumber penghasilan utama adalah dari hasil pertanian dan perkebunan yang dalam dimanfaatkan untuk konsumsi sendiri dan alam skala kecil juga dijual ke pasar tradisional atau digunakan sebagai alat barter. Bisa dikatakan bahwa masyarakat pedesaan ini masih bergantung cukup besar terhadap hasil alam, salah satu pemanfaatan hasil alam adalah penggunaan kayu bakar untuk memasak. Hal ini juga menujukan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat tersebut masih rendah.

4. Kondisi fisik wilayah desa/dusun
Desa-desa yang disebutkan di atas berbatasan langsung dengan kawasan TN. Manusela dengan jarak pemukiman terdekat dari batas kawasan adalah 100 m (Sawai) dan yang terjauh yaitu 6 km (Roho dan Huaulu). Kondisi geografis wilayah sebagian besar adalah lereng (Solea, Kaloa, Elemata, Hatuolo, Manusela, Maraina, Selumena, Kanike, Huaolu dan Masihulan), selain itu juga terdapat desa-desa pesisir (Sawai, Saleman, dan Horale) dan Dataran (Air besar dan Pasahari).

5. Fasilitas umum
Fasilitas umum yang dimaksud meliputi fasilitas sarana prasarana pendidikan, kesehatan, transportasi, energi listrik, dan komunikasi. Fasilitas pendidikan di desa-desa tersebut paling tinggi hanyalah gedung SD dan SMP saja bahkan di beberapa desa tidak memiliki fasilitas pendidikan sama sekali (Kaloa, Hatuolo, Selumena, Huaolu, Saleman dan Horale). Untuk fasilitas kesehatan sangat memprihatinkan karena hanya ada satu desa yang memiliki fasilitas kesehatan berupa puskesmas yaitu Masihulan. Fasilitas transportasi sangat bergantung pada accesibilitas desa/dusun tersebut, banyak desa/dusun yang hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki (Solea, Kaloa, Elemata, Hatuolo, Manusela, Maraina, Selumena dan Kanike) sementara desa yang lain masih bisa dijangkau dengan mobil atau motor. Energi listrik juga masih merupakan barang langka untuk masyarakat pedesaan tersebut, hanya beberapa desa/dusun saja yang sudah menikmati fasilitas listrik (Air Besar, Pasahari, Masihulan dan Sawai) sedangkan desa/dusun yang lain belum tersentuh fasilitas listrik. Untuk Sawai dan Masihulan tenaga listrik berasal dari tenaga matahari dengan menggunakan panel surya (solar cell). Komunikasi dengan telephon genggam belum dapat dilakukan di semua desa karena belum ada operator komunikasi cellular yang masuk ke wilayah-wilayah tersebut.

b. Data potensi desa (podes) dan sosial ekonomi budaya (sosekbud) pedesaan di wilayah SPTN II Tehoru.

Desa-desa penyangga di wilayah SPTN II Tehoru berjumlah sebelas desa yang seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah. Jarak dengan batas kawasan TN. Manusela relative jauh jika dibandingkan dengan desa-desa penyangga di SPTN I Wahai dan seluruhnya tidak berbatasan langsung dengan kawasan TN. Manusela.

1. Identitas desa
Desa-desa di sekitar kawasan tersebut yaitu Piliana, Yaputih, Hatu, Hatumete, Mosso, Saunulu, Teluti Baru, Wolu, Lava, Tehua, Maneratu. Semuanya tidak berbatasan langsung dengan kawasan, desa yang memiliki wilayah paling luas adalah Tehua (387.000 m2) dan yang paling kecil adalah Lava (132.000 m2). Desa yang paling dekat dengan kawasan adalah Piliana (5 km) dan yang terjauh adalah Wolu dan Lava (8 km).

2. Kependudukan
Jumlah penduduk di sebelas desa tersebut totalnya adalah 10.394 jiwa yang terbagi dalam 2.704 KK. Desa dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Wolu (2.128 jiwa / 469 KK) sedangkan yang paling sedikit adalah Piliana (473 jiwa / 107 KK). Jumlah keluarga dengan status Pra KS an KS 1 pada sebelas desa tersebut adalah 769 KK atau 28,44% dari keseluruhan jumlah KK. Piliana merupakan desa yang Pra KS dan KS1 nya paling besar yaitu sebanyak 97,20% hal tersebut menunjukan tingkat kesejahteraan penduduk di Piliana masih rendah. Sedangan desa yang relative sejahtera yaitu Wolu dengan Pra KS dan KS1 sebanyak 17,70%.

3. Sosial budaya dan ekonomi
Penghasilan utama penduduk adalah bertani dan berkebun dengan komoditi unggulan berupa cengkeh untuk dijual dan hasil pertanian/perkebunan lainnya berupa pisang, ketela pohon, cokelat, pala, durian, sagu dan kelapa di manfaakan sendiri dan sebagian lagi dijual. Rata-rata luas lahan yang dimiliki tiap KK adalah 1,5-2 ha, bahan bakar untuk memasak juga masih menggunakan kayu bakar. Organisasi tingkat desa yang ada adalah LKMD dan Saniri Negeri. Di beberapa desa juga ditemukan itus peninggalan bersejarah berupa gua yaitu di Tehua, Teluti Baru, dan Mosso.

4. Kondisi fisik wilayah desa/dusun
Topografi wilayah desa-desa tersebut bervariasi mulai dari pesisir (Lava dan Maneratu), datar pesisir (Mosso, Saunulu, Teluti Baru dan Wolu), lereng pesisir (Yaputih, Hatu, Hatumete, dan Tehua) dan lereng (Piliana). Beberapa desa tersebut rawan terhadap bencana alam seperti longsor (Piliana), Abrasi Pantai (Yaputih, Mosso, Teluti Baru, Wolu, Lava, Tehua, dan Maneratu) dan Abrasi Pantai&banjir (Saunulu). Sumber air berupa sungai yang melintasi desa terdapat di tiga desa yaitu di Desa Piliana (S. Ninifala), Desa Mosso (S. Air Wae Lala), dan Desa Teluti Baru (S. Air Wae Kawa)

5. Fasilitas umum
Fasilitas pendidikan berupa gedung sekolah dari tingkat SD sampai SMU dapat dijumpai di Desa Tehua dan Maneratu, sebagian desa lagi hanya memiliki gedung SD saja atau SD dan SMP. Ada juga desa yang tidak memiliki fasilitas pendidikan seperti Hatumete dan Lava. Fasilitas kesehatan terdapat disemua desa berupa posyandu atau Pustu. Untuk fasilitas transportasi hanya ada satu desa yang tidak dapat dijangkau kendaraan baik darat maupun air yaitu Desa Piliana, desa yang lain dapat dijangkau dengan mobil, ketinting atau speed boat. Meskipun demikian listrik masih belum menyentuh semua desa tersebut demikian juga dengan jasa operator cellular.

Show Buttons
Hide Buttons