Taman Nasional Manusela merupakan gabungan antara dua cagar alam, Cagar Alam Wai Nua seluas 20.000 ha (SK Menteri Pertanian Nomor 557/Kpts/Um/12/1972 tanggal 7 Desember 1972) dan Cagar Alam Wai Mual seluas ± 18.300 ha (SK Menteri Pertanian Nomor 840/Kpts/Um/11/1980 tanggal 25 Nopember 1980), serta perluasannya yang berupa hutan produksi dan hutan lindung. Kedua areal tersebut diusulkan untuk menjadi calon taman nasional dengan surat pernyataan Menteri Pertanian Nomor 736/Mentan/X/1982 tanggal 14 Oktober 1982 dengan nama Taman Nasional Manusela Wai Nua/Wai Mual.

Pada tanggal 23 Mei 1997, Menteri Kehutanan mengeluarkan Surat Keputusan nomor 281/Kpts-VI/1997 tentang Penunjukan Taman Nasional Manusela seluas 189.000 Hektar, yang terletak di Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tengah, Propinsi Daerah Tingkat I Maluku. Selanjutnya pada tanggal 8 April 2014, di tetapkan menjadi Taman Nasional Manusela melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 2583/Menhut-VII/KUH/2014 tentang Penetapan Kawasan Hutan Taman Nasional Manusela Seluas 174.545,59 (Seratus Tujuh Puluh Empat Ribu Lima Ratus Empat Puluh Lima dan Lima Puluh Sembilan Perseratus) Hektar Yang Terletak Di Kabupaten Maluku Tengah, Propinsi Maluku.

Secara singkat sejarah kawasan TN Manusela diuraikan dalam tabel berikut:
Tabel 1. Sejarah Kawasan Taman Nasional Manusela

NoJenis DokumenNomor DokumenTanggal Perihal/TentangLuas
1Keputusan Menteri Pertanian557/Kpts/Um/12/1972Kamis, 7 Desember 1972Penunjukan areal hutan seluas 20.000 Ha. disekitar Sungai Nua Pulau Seram Sebagai Cagar Alam.± 20.000
2Keputusan Menteri Pertanian840/Kpts/Um/11/1980Selasa , 25 November 1980Penunjukan Areal Wae Mual dan sekitarnya seluas + 18.300 Ha. sebagai Cagar Alam Way Mual.± 18.300
3Pernyataan Menteri Pertanian Republik Indonesia736/Mentan/X/1982Kamis, 14 Oktober 1982Calon Taman Nasional Manusela Wai Nua/Wai Mual (Propinsi Maluku).± 189.000
4Keputusan Menteri Kehutanan281/Kpts-VI/1997Jumat, 23 Mei 1997Penunjukan Taman Nasional Manusela, Propinsi Maluku.± 189.000
5Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia2583/Menhut-VII/KUH/2014Selasa, 8 April 2014Penetapan Kawasan Hutan Taman Nasional Manusela Seluas 174.545,59 Di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.174.545,95

VISI

“Terwujudnya Pengelolaan Potensi Kawasan Taman Nasional Manusela Secara Lestari Untuk Kesejahteraan Masyarakat dan Didukung dengan Kelembagaan yang Kuat”

MISI

Untuk mewujudkan Visi yang telah ditetapkan maka Misi yang diemban oleh  Taman Nasional Manusela adalah:

a.Mempertahankan luas kawasan Taman Nasional Manusela sesuai Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.2583/Menhut-VII/KUH/2014, tanggal 8 April 2014;
b.Penataan zona kawasan Taman Nasional Manusela sesuai peruntukannya dan terjaminnya kepastian hukum;
c.Mempertahankan dan memanfaatkan secara lestari sumber daya alam Taman Nasional Manusela;
d.Peningkatan fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan serta pengawetan keanekaragaman hayati dan ekosistem Taman Nasional Manusela;
e.Meningkatkan peranan Taman Nasional Manusela sebagai objek wisata alam dan wisata ilmiah;
f.Pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Manusela;
g.Pemantapan kelembagaan Taman Nasional Manusela.

Balai Taman Nasional Manusela adalah Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) yang mempunyai Tugas Pokok melaksanakan Pengelolaan Kawasan Taman Nasional dalam rangka Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Dalam menjalankan tugas tersebut Balai Taman Nasional Manusela mempunyai fungsi:

1.Penyusunan Program Pengembangan Taman Nasional Manusela.
2.Pemangkuan, Perlindungan, Pengawetan dan Pemanfaatan Kawasan Taman Nasional beserta Ekosistemnya.
3.Promosi dan Informasi.
4.Pengamanan Kawasan, Konservasi Kawasan Hutan dan Lingkungan, Konservasi Jenis Sumber Daya Alam Hayati dan Bina Wisata Alam.
5.Kerjasama pengelolaan taman nasional
6.Urusan Tata Usaha

Berdasarkan Undang–undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi yang mempunyai 3 fungsi pokok yaitu perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Sebagai Kawasan Pelestarian Alam, Taman Nasional Manusela (TNM) merupakan kawasan ekologi yang memiliki fungsi utama sebagai sistem penyangga kehidupan. Keberadaan Taman Nasional Manusela yang terletak diantara dua pusat keanekaragaman hayati yaitu di bagian barat Papua New Guinea dan timur dari Malaysia (kawasan biogeografi yang membentang dari Malaysia sampai Papua New Guinea) menjadikan kawasan Taman Nasional Manusela memiliki ekosistem hutan yang unik dan keanekaragaman hayati tinggi. ”Birds of paradise” adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan begitu melimpahnya keberadaan burung-burung khas wallacea di Taman Nasional Manusela. Kawasan Taman Nasional Manusela dengan luas 189.000 Ha, mencakup 11% dari keseluruhan luas pulau Seram, secara resmi ditunjuk menjadi Taman Nasional Manusela berdasarkan SK. Menhut No. 281/Kpts-VI/1997 tanggal 23 Mei 1997. Dan pada tahun 2014 Kawasan Taman Nasional Manusela telah ditetapkan

Bagan struktur organisasi Balai TN Manusela berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.03/Menhut-II/2007 digambarkan sebagai berikut:

struktur

Gambar 1. Bagan Struktur Organisasi Balai TN Manusela berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.03/Menhut-II/2007

Sub Bagian Tata Usaha bertugas melaksanakan urusan tata usaha persuratan, ketatalaksanaan, kepegawaian, keuangan, perlengkapan, kearsipan, rumah tangga, perencanaan, kerjasama, data, pemantauan dan evaluasi, pelaporan serta kehumasan.

Adapun Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (SPTN) bertugas melaksanakan penyusunan rencana dan anggaran, evaluasi dan pelaporan, bimbingan teknis, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat, pengelolaan kawasan, perlindungan, pengawetan, pemanfaatan secara lestari, pengamanan dan pengendalian kebakaran hutan, pemberantasan penebangan dan peredaran kayu, tumbuhan, dan satwa liar secara ilegal serta pengelolaan sarana dan prasarana, promosi, bina wisata alam dan bina cinta alam, penyuluhan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya serta kerjasama di bidang pengelolaan kawasan taman nasional.

Kelompok jabatan fungsional pada Balai TN Manusela terdiri atas jabatan fungsional Pengendali Ekosistem Hutan, Polisi Kehutanan dan Penyuluh Kehutanan. Pejabat fungsional bertugas melaksanakan kegiatan sesuai dengan fungsi masing-masing secara mandiri berdasarkan peraturan perundang – undangan, dalam hal ini Peraturan Menteri PAN nomor 50 Tahun 2012 tentang Jabatan Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan dan Angka Kreditnya serta Peraturan Menteri PAN nomor 17 Tahun 2011 tentang Jabatan Fungsional Polisi Kehutanan dan Angka Kreditnya.

Berdasarkan Keputusan Kepala Balai Nomor: SK.17/IV-T.38/Kpts-1/2012 tanggal 5 Januari 2012 tentang Pembagian Wilayah Kerja Resort Taman Nasional Manusela, Resort di TN. Manusela terbagi menjadi 6 resort, yang terdiri dari 4 Resort di SPTN Wilayah I Wahai dan 2 Resort di SPTN Wilayah II Tehoru.

Di SPTN Wilayah I terdiri dari Resort Sasarata ( 26.245,19 Ha), Resort Kaloa (22.773,56 Ha), Resort Sawai Masihulan (33.339,30 Ha), Resort Kanikeh (38.938,54 Ha), sedangkan di SPTN Wilayah II terdiri dari Resort Saunulu (20.042,56Ha) dan Resort Mosso (33.474,799 Ha).

Sumber daya manusia Balai TN Manusela , hingga Desember 2015, tercatat sebanyak 85 orang. Tediri dari 63 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 22Tenaga Kontrak/ Pegawai Tidak Tetap/ Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja dan ditempatkan secara proporsional pada setiap lini pengelolaan. Keadaan pegawai Balai TN Manusela adalah sebagai mana tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1. Keadaan Pegawai Balai TN Manusela

tabel pegawai

Distribusi pegawai lingkup Balai TN Manusela cukup merata pada 3 unit pengelola yaitu 24 orang (38,09%) di Balai, 25 orang (39,69%) di SPTN I Wahai, dan 14 orang (22,22%) di SPTN II Tehoru. Dari jumlah pegawai tersebut, apabila dilihat dari tingkat/jenis pendidikannya, pegawai lingkup Balai TN Manusela masih didominasi oleh lulusan SMU sebanyak 46 orang (73,02%), lulusan S1 sebanyak 14 orang (22,22%), dan D3 sebanyak 3 orang (4,76%). Gambaran lengkap terkait kondisi kepegawaian berdasarkan pendidikan disajikan dalam gambar 2.

komposisi_pegawai

Gambar 2. Komposisi Pegawai Balai TN Manusela berdasarkan pendidikan.

Matriks Rencana Kegiatan Pengelolaan TNM 2016 – 2025

rpjp

Show Buttons
Hide Buttons